Acara Puncak Tahun Sekolah Minggu GKPI Jemaat Khusus Siantar Kota

asm-gkpi-siantar-kota

Kantor Sinode (Pusat) Gereja Kristen Protestan Indonesia telah mencanangkan Tahun 2016 sebagai Tahun Sekolah Minggu dengan Thema “I’m soldier of Christ”. GKPI Jemaat Khusus Siantar Kota, dalam hal ini, meresponnya dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang ditujukan untuk lebih memperhatikan kehadiran anak sekolah minggu sebagai generasi penerus dan menjadi jemaat GKPI yang bisa diandalkan pada masa mendatang. Kegiatan-kegiatan seperti Jalan Salib dalam Perayaan Paskah 2016, Jambore Anak Sekolah Minggu dan EE Kids pada bulan Juli 2016 sungguh memotivasi ASM GKPI Siantar Kota untuk lebih bersemangat dalam ibadah.

Untuk mengajari ASM lebih peduli kepada sesama maka ASM GKPI Siantar Kota juga diajak untuk mengunjungi Yayasan Harapan Jaya Pematangsiantar yang merupakan sebuah yayasan yang mengurusi anak-anak cacat fisik.

harapan-jaya

Sebagai puncak perayaan dilaksanakan pada Bulan Oktober 2016 dengan menyelenggarakan beberapa kegiatan seperti Lomba Cerdas Cermat Alkitab dan Lomba Cepat Tepat Membuka Alkitab yang diikuti oleh beberapa anak sekolah minggu dari beberapa gereja tetangga seperti GKPI Maranatha Siantar, GKPI Tomuan, GKPI Martoba, GKPI Immanuel, HKBP Sipinggol-pinggol, HKBP Jalan Gereja, GPIB Maranatha, GKI Jalan Simbolon.

Ibadah Puncak Tahun Sekolah Minggu GKPI Jemaat khusus Siantar Kota dilaksanakan di GKPI Jalan Simbolon Pematangsiantar, Minggu (9/10). Kotbah pada ibadah ini disampaikan oleh Evangelis Kristin Diaz (dari Filipina) yang dalam kotbahnya mengajak anak-anak Sekolah Minggu sebagai tentara atau laskar Kristus supaya jangan malas dan menghormati orang tua sehingga berbahagia dan panjang umur.

kristin-diaz

Selesai ibadah dilaksanakan pemberian hadiah kepada juara-juara lomba yang sudah diadakan pada beberapa hari sebelumnya. Okuli Voice Ministry dalam hal ini berpartisipasi dalam melayani pengadaan soundsystem pada setiap kegiatan yang dilakukan selama setahun ini.

 

Kebaktian Pra Natal Bersama Jemaat GKPI Sentosa Medan

sent-1Okuli Voice Ministry bersama jemaat GKPI Sentosa Medan mengadakan Kebaktian Pra-Natal pada Kamis, 20 November 2014. Kebaktian dimulai pada pukul 17.30 WIB dan dihadiri oleh sekitar 60 orang jemaat.

20141120_181143

Bapak James Ganda Sormin, yang menjadi pelayan Firman pada kebaktian tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat diperlukan agar kita semakin mengerti untuk apa kita merayakan natal.

Akhir-akhir ini beliau melihat bahwa banyak acara natal yang dilakukan hanya sekedar seremoni belaka. Ukuran kesuksesan sebuah acara natal telah berubah, dimana kesuksesan diukur dari banyaknya massa yang datang bila diiming-imingi dengan hadirnya artis dari Jakarta.

Padahal, makna dari Natal adalah jauh lebih dalam daripada sekedar seremoni. Yesus datang ke dunia adalah karena diutus oleh Bapa-Nya untuk memastikan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya jangan ada yang hilang. 20141120_181113

Jika kita merayakan Natal (kelahiran Tuhan Yesus), maka kita juga harus senantiasa ingat bahwa kita tidak lagi menanti-nantikan kedatangan Yesus sebagai seorang bayi melainkan kedatangan-Nya kedua kali untuk menghakimi orang yang hidup maupun yang mati.

Besar harapan dari Bpk. J.G. Sormin agar jemaat senantiasa merenungkan makna dari Natal, sehingga tidak perlu acara yang penuh kemewahan untuk merayakannya.

Kebaktian Pra-Natal ini juga dihadiri oleh Pdt. Salomo Simanjuntak (Ka. Biro IV di Kantor Sinode GKPI), yang menyampaikan sepatah kata pada akhir acara.

sent4

 

Save

Kebaktian Penyegaran Iman Komunitas Cinta Yesus ATHALIA Aek Loba

Sabtu, 15 November 2014, Okuli Voice Ministry mengikuti kebaktian Penyegaran Iman bersama Komunitas Cinta Yesus ATHALIA Kecamatan Aek Kuasan di GKPI Aek Loba. Kegiatan yang dilaksanakan tiap bulan ini diikuti kurang lebih 70 orang jemaat yang berasal dari berbagai denominasi gereja di Aek Kuasan.

20141115_182224

Sebagai pelayan Firman pada kebaktian ini ialah Pdt. Jasanta Tarigan yang berasal dari Medan. Pada kebaktian kali ini Pdt. Jasanta menyampaikan thema “Kuatir, Takut dan Cemas”.

Menurut beliau, ketiga kata ini menjadi pergumulan yang dialami banyak orang, terutama pada jaman akhir ini. Rasa kuatir, takut dan cemas adalah ibu dari penyakit karena yang diserang adalah perasaan, pikiran dan tubuh kita.

20141115_183344

Sebenarnya, rasa kuatir, takut dan cemas itu dating bukan karena masalah/penyakitnya, melainkan kuatir, takut dan cemas apakah masalah itu akan dating. Misalnya, ketika seseorang sudah sakit, dia tidak takut lagi. Namun, ketika masalah/penyakit belum datang, dia akan takut apakah dia akan mengalami masalah/penyakit tertentu.

Rasa takut, kuatir dan cemas juga menjadi musuh utama iman. Karena orang yang takut, kuatir dan cemas, imannya tidak akan pernah berkembang dan berbuah.

20141115_200409

Oleh karena itu, untuk terhindar dari rasa kuatir, takut dan cemas, maka kita harus kembali kepada Firman Tuhan. Dalam Injil Mat.6:25, Tuhan Yesus berkata: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

20141115_193454

Pada akhirnya, kita diajak untuk jangan pernah takut, kuatir dan cemas karena Tuhan yang menjaga kita. Yang penting, hubungan kita dengan Tuhan tetap terjaga dengan baik. Tuhan berkata, “ Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan Firman-Ku tinggal di dalam kamu,mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”

Save

Penyegaran Iman di GKPI Jemaat Babura Resort Medan Baru

Jemaat GKPI BaburaHari Kamis, tanggal 9 Mei 2013, Okuli  Voice Ministry mengadakan pelayanan Kebaktian Penyegaran Iman bersama jemaat Tuhan di GKPI Jemaat Babura Resort Medan Baru.

Ibadah Memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus

Pada Ibadah memperingati Kenaikan Tuhan Yesus, Okuli Voice Ministry bertindak sebagai pelayan musik dan song leader. Pelayanan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Salomo Simanjuntak, STh (Ka. Biro IV pada Kantor Pusat GKPI). Pada hari itu juga jemaat GKPI Se-Resort Medan Baru mengadakan Pesta Kebangunan Seksi Perempuan, yang dipusatkan di GKPI Babura.

Dalam kotbahnya, yang didasarkan pada Kisah Para Rasul  1:6-14, pendeta menyatakan bahwa peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga sangat penting karena itu merupakan bagian dari peristiwa sejarah keselamatan di dalam Yesus Kristus.

Yesus naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi murid-murid-Nya(orang-orang percaya), dan kita, sebagai orang percaya, akan menerima kuasa jika Roh Kudus turun atas kita.

Kebaktian Penyegaran Iman

Selesai Ibadah, pada pukul 13.00 WIB , acara dilanjutkan dengan Penyegaran Iman yang diikuti kurang lebih 70 orang anggota jemaat. Acara dimulai dengan menyanyikan beberapa lagu pujian dan kemudian diikuti dengan kesaksian yang disampaikan oleh Reinhard Nainggolan ( Amat Amigos ) .

Amat-OVReinhard Nainggolan, yang juga merupakan anggota Artis Batak Bermazmur (Jakarta), memberi kesaksian bagaimana ia ditangkap Tuhan Yesus, sehingga ia menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi. Pada kesempatan ini juga ia menyanyikan beberapa lagu pujian, yang membuat jemaat semakin bersuka cita.

Selanjutnya, penyegaran iman dipimpin oleh Bpk. J. Ganda Sormin (Anggota Majelis Pusat GKPI dan Pembina Okuli Voice Ministry) yang bertindak sebagai pelayan Firman dan membahas topik “Firman (Yoh.1 : 1; 14)”

Sormin-1Sebelum sampai kepada topik utama, Bpk. J. Ganda Sormin memberi pertanyaan kepada jemaat dimana, sebagai orang Kristen , apakah kita mengetahui keuntungan yang kita peroleh dari kematian dan kebangkitan Yesus?

Ada 3 keuntungan dari kematian dan kebangkitan Yesus, antara lain:

1. Kita telah dimerdekakan (Gal 5 : 1 )

Dengan kematian-Nya, Kristus telah memerdekakan kita dari segala dosa-dosa kita. Oleh karena itu , kita yang sudah dimerdekakan harus berdiri teguh dan tidak lagi menjadi bagian dari kuk perhambaan, dimana kita tidak lagi berada dalam penjajahan dosa.

2. Kita Diperbaharui ( Wahy. 21 : 5 )

Yesus menjadikan segala sesuatunya baru.Kebangkitan Yesus mengajarkan kita agar kita diperbaharui menjadi baru. Artinya diperbaharui menjadi manusia yang  baru , hati yang baru dan hidup yang baru karena hidup ini adalah kasih karunia Yoh 3 : 16. Melalui kasih karunia Yesus memberi hidup baru kepada kita yang percaya kepadaNya agar kita tidak binasa dan memiliki hidup yang kekal.

3. Kita Dikuduskan sekali untuk selama-lamanya ( Ibr 10:10 )

Sebelum kedatangan Yesus, kita memberikan persembahan yang khusus yaitu persembahan bakaran, persembahan yang menurut Hukum Taurat yang hanya terdapat bayangan saja ( Ibr 8 : 5-6 , Ibr 9 : 24 ) untuk menghapuskan dosa. Tetapi justru oleh korban-korban itu orang diperingatkan akan dosa. Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan dapat menghapuskan semua dosa manusia. Yesus lah yang mempersembahankan diri-Nya untuk menebus dosa kita dan Ia tidak berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya (Ibr. 10 : 25 ), tetapi  Ia  hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Oleh persembahan tubuh Yesus itulah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya.

Jemaat-BaburaPada kesempatan ini Bpk. J. Ganda Sormin menyatakan ia sungguh menyadari bahwa jemaat GKPI Babura yang hadir pada saat itu pasti sudah sering membaca firman Tuhan, yang terdapat pada Alkitab. Oleh karena itu Okuli Voice Ministry datang untuk menyegarkan kembali dan sharing berbagai hal sehingga jemaat semakin dikuatkan imannya melalui pemahaman yang lebih dalam akan Firman Tuhan.

Secara khusus bagi Seksi Perempuan Se-Resort Medan Baru yang merayakan Hari Kebangunan Perempuan, Bpk. J. G. Sormin menyatakan hal ini sangat perlu diperhatikan. Pada Refraat Perempuan GKPI, yang dibacakan pada saat Ibadah, dinyatakan bahwa perempuan harus bisa menyampaikan  Firman Tuhan kepada anak, suami serta orang-orang di sekelilingnya.

Apakah Firman itu?

Dalam Injil Yoh.1 : 1 disebutkan bahwa pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Dan, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yoh. 1 : 14). Oleh karena itu, ketika kita berbicara tentang Firman maka sesungguhnya kita berbicara tentang Allah sendiri yang hadir ditengah-tengah manusia melalui diri Yesus Kristus.

Firman sebagai motivator sekaligus motivasi

Sebagai motivator, Firman Tuhan adalah sebagai subyek (maksudnya orangnya). Seperti disebutkan di atas, pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Sedangkan sebagai motivasi artinya firman Tuhan menjadi sumber keyakinan (motivasi) bagi hamba-hamba-Nya untuk tetap memberitakan Dia, sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. (lih. Rom. 1 : 16) Sebab iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rom. 10 :17)

Firman sebagai alat mengajar

Roma 15 : 4  Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

Sebagai orang percaya kita sungguh yakin bahwa Firman Allah itu hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun, yang mampu memisahkan jiwa dan roh (Ibr. 4 : 12). Sehingga kita dapat menggunakan Firman Tuhan untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2Tim. 3 : 16).

Pengakuan-dosa2Firman sebagai alat berdoa

Dalam berdoa untuk menyatakan permohonan kita kepada Allah, kita lebih baik memakai Firman. Ada nats yang tertulis dalam kitab Yesaya 43 : 26 menyatakan bahwa Allah ingin kita mengingatkan Dia di saat kita mengemukakan segala sesuatu.

Firman sebagai janji

Firman menjamin kita untuk boleh memegang janji Tuhan karena Dia tidak akan pernah melanggar perjanjian-Nya (Maz. 89:35). Tuhan juga ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan (1 Taw. 16:15).

Dalam kitab Mazmur 12:7-8 juga disebutkan bahwa janji Tuhan adalah janji yang murni dan Ia akan menepatinya.

BPH-Babura

Save

Save

Penyegaran Iman di GKPI Tebing Tinggi Kota

Penatua, Jemaat dan Pendeta GKPI Tebing Tinggi Kota bersama Okuli Voice Ministry

Selama dua hari berturut-turut dari tanggal 28 sampai dengan 29 Juli 2012 Okuli Voice Ministry mengadakan Kebaktian Penyegaran Iman bersama jemaat Tuhan di GKPI Tebing Tinggi Kota. Pada kesempatan ini juga dilaksanakan ‘pembekalan singkat’ terhadap penatua dan calon penatua di gereja tersebut.

Pembekalan Penatua dan Calon Penatua

Pada hari Sabtu, tanggal 28 Juli 2012 Okuli Voice Ministry mengadakan acara ‘pembekalan singkat’ terhadap

penatua dan calon penatua di GKPI Tebing Tinggi Kota. Acara yang dimulai dari jam 10.00 WIB ini diawali dengan ibadah dan berlangsung dengan penuh hikmat serta dihadiri oleh kurang lebih 50 orang penatua dan calon penatua termasuk beberapa orang anggota jemaat di gereja ini.

Selesai ibadah, acara dilanjutkan dengan sesi pertama dengan topik “Manajemen Perilaku dan Situasi” yang dibawakan oleh rekan se-pelayanan Okuli Voice Ministry yaitu  Pontas M. Pardede, Drs, MSc, MBA.

Pontas

Pontas M. Pardede saat menyampaikan materi Pembekalan Penatua

Nara sumber, yang juga adalah seorang dosen di Universitas HKBP Nomensen, memulai sesi ini dengan memaparkan fakta yang terjadi akhir-akhir ini dalam hal pelayanan gereja-gereja di Indonesia. Beliau menyampaikan fakta bahwa di Indonesia ada banyak sekali gereja, dimana gereja Kristen protestan adalah gereja yang ‘diperbaharui’.

Sadar atau tidak, gereja sekarang ini adalah suatu organisasi yang bersaing antara satu dengan yang lain dalam hal pelayanan dan juga ‘perekrutan’ anggota jemaat. Mungkin satu gereja tidak menganggap yang lain sebagai saingan, tetapi gereja lain tersebut mengangapnya sebagai saingan.

Bahkan, ada ‘saingan’ yang mungkin tidak diperhitungkan oleh para hamba Tuhan yaitu anggota jemaatnya yang memilih untuk tidak datang beribadah ke gereja manapun. Dalam hal ini anggota jemaat suatu gereja tidak lagi mau bersekutu dengan jemaat Tuhan lainnya dengan alasan tertentu, misalnya lebih memilih menonton pertandingan tinju dari pada datang ke gereja.

Ini adalah fakta yang terjadi akhir-akhir ini. Pelayanan berjalan terus, kotbah tetap dikumandangkan, tetapi mengapa jumlah orang yang datang ke gereja semakin sedikit? Semestinya, para hamba Tuhan termasuk penatua harus menganggap ini sebagai masalah yang harus diatasi. Mungkinkah ada yang salah dengan pelayanan kita?

Menjadi penatua atau penilik jemaat adalah pekerjaan indah dimana tugasnya adalah memberitakan jalan keselamatan kepada jemaat yang digembalakannya dengan harapan semua jemaat memperoleh keselamatan. Namun pekerjaan ini juga menuntut penatua untuk dapat memenuhi beberapa syarat untuk layak menjadi penatua. (lih. 1Tim. 3 : 1 – 7 dan 1Tim. 5 : 17 – 25)

Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah harus cakap mengajar orang (1Tim. 3 : 2). Dalam hal ini penatua harus menguasai pekerjaannya dan mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga apa yang disampaikannya (dikotbahkan) dapat diterima jemaat sesuai dengan maksudnya.

Bisa saja masalah seperti di atas muncul akibat tidak sampainya pesan yang dimaksudkan oleh para hamba Tuhan (penatua) terhadap jemaatnya, akibat cara berkomunikasi yang buruk, sehingga iman jemaat tidak bertumbuh. Di sinilah diperlukan pengetahuan tentang manajemen perilaku dan situasi.

Manajemen situasi berarti bagaimana situasinya dapat kita sesuaikan dan manajemen perilaku dapat diartikan suatu perilaku yang dimulai dari kita lebih dulu.

Sebagai bapa atau ibu rohani, seorang penatua harus dapat menempatkan diri di antara jemaat yang digembalakannya. Dengan berbagai latar belakang dan pribadi yang berbeda-beda, seorang penatua harus mengenal betul jemaatnya sehingga dia dapat memilih cara yang paling baik untuk ‘melayaninya’ sehingga apa yang menjadi tujuannya, yaitu menyelamatkan sebanyak mungkin jiwa, dapat tercapai.

Sesi kedua pada pembekalan penatua dan calon penatua ini membahas topik “Firman Tuhan – Sebagai Motivator Sekaligus Sebagai Motivasi” yang disampaikan oleh Bpk. J. Ganda Sormin (Anggota Majelis Pusat GKPI dan Pembina Okuli Voice Ministry).

JG-Sormin-1

J. Ganda Sormin saat menyampaikan materi Pembekalan Penatua

Pembicara memulai sesi ini dengan menyampaikan alasan mengapa dirasa perlu untuk mendiskusikan topik ini dengan para penatua dan calon penatua di GKPI Tebing Tinggi Kota meskipun beliau yakin mereka sudah sering membaca firman Tuhan yang terdapat pada Alkitab.

Sebagai bapak/ibu rohani, penatua perlu mempunyai pengetahuan atau wawasan yang mendalam akan firman Tuhan, sehingga apabila ada jemaat yang datang bertanya kepadanya tentang firman Tuhan yang belum diketahui, maka sebagai bapak/ibu rohani dia mampu menjelaskannya dengan baik.

Sebagai motivator, Firman Tuhan adalah sebagai subyek (maksudnya orangnya). Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yoh. 1: 1)

Sedangkan sebagai motivasi artinya firman Tuhan menjadi sumber keyakinan (motivasi) bagi hamba-hamba-Nya untuk tetap memberitakan Dia, sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. (lih. Rom. 1 : 16) Sebab iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rom. 10 :17)

Firman Tuhan menjadi motivasi bagi kita untuk mengenal Dia lebih dalam lagi. Dengan lebih sering membaca firman-Nya, kita akan semakin mengerti apa kehendak Allah dalam hidup kita. Firman mengajarkan kita untuk mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan juga mengasihi sesama manusia. (Mat. 22 : 37 – 39)

Firman Tuhan juga dituliskan untuk menjadi pelajaran bagi kita supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci (Rom. 15 : 4). Bahkan, jika kita ingin mencari kebahagiaan maka Firman Tuhan adalah jawabnya (Luk. 11 : 28).

Pada kesempatan kali ini, Bpk. J. Ganda Sormin sharing banyak lagi Firman Tuhan yang bisa memotivasi para penatua untuk dapat melayani lebih sungguh lagi. Ketika ada diantara anggota jemaat yang datang meminta saran atau solusi atas permasalahan yang dihadapi, maka diharapkan penatua dapat menjawabnya dengan menggunakan firman Tuhan.

Kebaktian Minggu dan Penyegaran Iman

Pada esok harinya, Minggu tanggal 29 Juli 2012, Okuli Voice Ministry menjadi pelayan musik dan song leader pada ibadah Minggu. Pelayanan kotbah disampaikan oleh Pdt. Salomo Simanjuntak, STh (Ka. Biro IV pada Kantor Pusat GKPI).

Pdt-Salomo Simanjuntak

Pdt. Salomo Simanjuntak, STh pada Ibadah Minggu

Dalam kotbahnya, yang didasarkan pada 2 Raj. 4 : 42 – 44, pendeta mengajak jemaat untuk meneladani Elisa yang tidak mementingkan diri sendiri melainkan sangat peduli dengan orang lain.

Ketika Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk menikmati berkat-Nya, maka alangkah baiknya jika kita juga mau membagikannya kepada orang yang kekurangan. Di saat kita berbagi kasih dengan sesama, maka kasih Allah akan semakin nyata dalam kita.

Selesai acara kebaktian, dilanjutkan dengan Penyegaran Iman yang dipimpin oleh Bpk. J. Ganda Sormin. Jika pada hari sebelumnya diadakan Penyegaran Iman sekaligus pembekalan singkat terhadap penatua dan calon penatua, maka pada hari ini Penyegaran Iman diikuti oleh anggota jemaat yang mengikuti kebaktian Minggu berjumlah kurang lebih 200 orang.

Pada acara kali ini, topik yang dibahas adalah tentang “Seruan Yang Benar dan Mengerti Firman Tuhan Dengan Benar”. Bpk. J.G. Sormin mengambil contoh tentang kelakuan bangsa Israel yang mengecewakan Allah seperti tertulis pada Hos. 7 : 14, “Seruan mereka kepada-Ku tidak keluar dari hatinya, tetapi mereka meratap di pembaringan mereka. Mereka menoreh-noreh diri karena gandum dan anggur, dan mereka berontak terhadap Aku.”

JG-Sormin-Minggu

Kebaktian Penyegaran Iman bersama jemaat GKPI Tebing Tinggi Kota

Ketika semuanya berjalan lancar dan kita diberi rezeki oleh Tuhan, maka kita sering lupa berseru kepada-Nya karena sibuk menghitung-hitung harta kita (menoreh-noreh diri). Makanya, menurut beliau, ada baiknya kita sesekali masuk rumah sakit. Karena apabila orang masuk ke sana karena sakit, dia cenderung lebih berserah dan berseru secara sungguh-sungguh kepada Tuhan. Dia juga akan melupakan hartanya karena dia pikir dia akan mati. Seperti yang dialami sendiri oleh pembicara, dimana beliau pernah terbaring di rumah sakit selama beberapa minggu akibat sakit yang dideritannya. Di sana beliau berseru kepada Tuhan supaya Ia memberinya kekuatan untuk menanggung sakitnya. Tuhan menjawab seruannya, bahkan lebih lagi, Tuhan memberi kesembuhan kepada Bpk. J. G. Sormin. Puji Tuhan!

Tuhan Allah sangat menginginkan kita berseru kepada-Nya dan Ia akan menjawab kita, dan akan memberitahukan kepada kita hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami (Yer. 33 : 3). Inilah janji Allah yang boleh kita pegang asalkan kita berseru kepada-Nya dengan benar, yaitu seruan yang keluar dari hati.

Akan halnya mengerti firman Tuhan dengan benar, ini berhubungan dengan fakta bahwa meskipun kita membaca firman Tuhan ratusan kali, mungkin kita tidak mengerti maksudnya karena pikiran kita masih ditutupi oleh selubung. Bahkan, ada contoh ketika murid Yesus sendiri tidak mengenal Dia yang telah bangkit dari kematian, karena ada sesuatu yang menghalangi mata mereka. (lih. Luk. 24 : 13 – 17)

Siapakah yang dapat menyingkapkan selubung itu? Jawabnya hanya Yesus Kristus (2 Kor. 3 : 14-15). Apakah syaratnya supaya Yesus meyingkapkannya? Syaratnya adalah seperti yang tertulis pada 2 Kor. 3 : 16,”Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.

Seperti pada hari sebelumnya, Bpk. J. G. Sormin juga menabur banyak firman Tuhan yang mungkin bisa menjadi ayat-ayat emas bagi jemaat untuk menguatkan mereka dan juga lebih mengenal Yesus sebagai Juru Selamat pribadi.

Pdt-Simarmata-Napitu

Pdt. J. Tobing, Bpk. Simarmata dan Pnt. Napitupulu saat ramah-tamah

Selesai Penyegaran Iman, acara dilanjutkan dengan ramah-tamah antara jemaat dengan OV Ministry. Pada kesempatan ini jemaat, yang diwakili oleh Bpk. Simarmata dan Penatua Napitupulu, menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan betapa, dengan adanya acara seperti ini, pikiran mereka disegarkan kembali untuk lebih mengerti kehendak Allah melalui firman-Nya. Dalam kesempatan ini Bpk. Napitupulu juga mengungkapkan bahwa gereja GKPI Tebing Tinggi Kota, atas pertolongan Tuhan, dapat direnovasi tanpa mengadakan lelang tetapi dengan terbukanya hati jemaat untuk memberi sumbangan secara suka rela.

Pada kesempatan kali ini, Okuli Voice Ministry memberikan persembahan untuk dipakai pada pelayanan atau pembangunan gereja GKPI Tebing Tinggi Kota sebesar Rp. 5.000.000. OV Ministry juga berharap supaya para hamba Tuhan dan jemaat di gereja ini tetap bersemangat di dalam pelayanan dan semakin mengasihi antara satu dengan yang lain.

Pembekalan Penatua Dan Calon Penatua GKPI Angkatan II

Pembekalan Penatua IIDengan suksesnya pelaksanaan Pembekalan Penatua Dan Calon Penatua GKPI Angkatan I, Okuli Voice Ministry memiliki kerinduan untuk mengadakan Pembekalan Angkatan II sehingga lebih banyak Penatua dan Calon Penatua GKPI yang memiliki persepsi yang sama tentang pelayanan.

Para penatua adalah pelayan yang duduk digaris depan untuk lebih dekat kepada warga jemaatnya, oleh karena itu Penatua harus dibekali dengan  pola pelayan yang lebih berkwalitas lagi sesuai dengan system dan tata cara pelayanan GKPI.Penatua Diskusi

Pembekalan Penatua Dan Calon Penatua GKPI Angkatan II dilaksanakan pada hari Kamis s/d Sabtu, tanggal 23-25 Oktober 2008, bertempat di Panti Asuhan Mamre GKPI, Jl. H. Ulakma Sinaga, R.Merah-Pematangsiantar.Peserta Angkatan II

Peserta dari acara Pembekalan Penatua Dan Calon Penatua GKPI Angkatan II ini  terdiri dari Penatua dan calon penatua GKPI dari 10 wilayah sebanyak 50 orang, masing-masing wilayah mengutus 5 orang.

MATERI PEMBEKALAN

1. “Baptisan Selam/Dewasa, Tritunggal, Parguru Malua” (Pemahaman)
oleh Pdt. M S E  Simorangkir, MTh   (Bishop GKPI, Pematangsiantar)MSE Simorangkir

2. “Dogmatika Injil
oleh J. Ganda Sormin   (Aek Loba)JG Sormin

3. “Adat Istiadat Batak Dipandang Dari Sudut Theologia
oleh Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing  (Ketua STT HKBP Pematangsiantar)

4. “Ciri-Ciri Seorang Penatua/Tugas-Tugas Penatua” (Manajemen Perilaku Dan Situasi)”
oleh Pontas M Pardede, Drs, MSc, MBA     (Univ. HKBP Nomensen Medan)Pontas Pardede

5. “Peranan Gereja dalam Pembangunan di Sumatera Utara
oleh Ir. Ronald Naibaho, MSi (Ketua GAMKI Sumatera Utara)Ronald Naibaho

6. “Musik & Nyanyian Jemaat” (Persiapan, interpretasi, dan pemilihan lagu) 1 Efesus 5 : 19 ; 1 Tawarikh 15 : 16
oleh Drs. Bonar Gultom   (Jakarta)Bonar Gultom