Penyegaran Iman di GKPI Tebing Tinggi Kota

Penatua, Jemaat dan Pendeta GKPI Tebing Tinggi Kota bersama Okuli Voice Ministry

Selama dua hari berturut-turut dari tanggal 28 sampai dengan 29 Juli 2012 Okuli Voice Ministry mengadakan Kebaktian Penyegaran Iman bersama jemaat Tuhan di GKPI Tebing Tinggi Kota. Pada kesempatan ini juga dilaksanakan ‘pembekalan singkat’ terhadap penatua dan calon penatua di gereja tersebut.

Pembekalan Penatua dan Calon Penatua

Pada hari Sabtu, tanggal 28 Juli 2012 Okuli Voice Ministry mengadakan acara ‘pembekalan singkat’ terhadap

penatua dan calon penatua di GKPI Tebing Tinggi Kota. Acara yang dimulai dari jam 10.00 WIB ini diawali dengan ibadah dan berlangsung dengan penuh hikmat serta dihadiri oleh kurang lebih 50 orang penatua dan calon penatua termasuk beberapa orang anggota jemaat di gereja ini.

Selesai ibadah, acara dilanjutkan dengan sesi pertama dengan topik “Manajemen Perilaku dan Situasi” yang dibawakan oleh rekan se-pelayanan Okuli Voice Ministry yaitu  Pontas M. Pardede, Drs, MSc, MBA.

Pontas

Pontas M. Pardede saat menyampaikan materi Pembekalan Penatua

Nara sumber, yang juga adalah seorang dosen di Universitas HKBP Nomensen, memulai sesi ini dengan memaparkan fakta yang terjadi akhir-akhir ini dalam hal pelayanan gereja-gereja di Indonesia. Beliau menyampaikan fakta bahwa di Indonesia ada banyak sekali gereja, dimana gereja Kristen protestan adalah gereja yang ‘diperbaharui’.

Sadar atau tidak, gereja sekarang ini adalah suatu organisasi yang bersaing antara satu dengan yang lain dalam hal pelayanan dan juga ‘perekrutan’ anggota jemaat. Mungkin satu gereja tidak menganggap yang lain sebagai saingan, tetapi gereja lain tersebut mengangapnya sebagai saingan.

Bahkan, ada ‘saingan’ yang mungkin tidak diperhitungkan oleh para hamba Tuhan yaitu anggota jemaatnya yang memilih untuk tidak datang beribadah ke gereja manapun. Dalam hal ini anggota jemaat suatu gereja tidak lagi mau bersekutu dengan jemaat Tuhan lainnya dengan alasan tertentu, misalnya lebih memilih menonton pertandingan tinju dari pada datang ke gereja.

Ini adalah fakta yang terjadi akhir-akhir ini. Pelayanan berjalan terus, kotbah tetap dikumandangkan, tetapi mengapa jumlah orang yang datang ke gereja semakin sedikit? Semestinya, para hamba Tuhan termasuk penatua harus menganggap ini sebagai masalah yang harus diatasi. Mungkinkah ada yang salah dengan pelayanan kita?

Menjadi penatua atau penilik jemaat adalah pekerjaan indah dimana tugasnya adalah memberitakan jalan keselamatan kepada jemaat yang digembalakannya dengan harapan semua jemaat memperoleh keselamatan. Namun pekerjaan ini juga menuntut penatua untuk dapat memenuhi beberapa syarat untuk layak menjadi penatua. (lih. 1Tim. 3 : 1 – 7 dan 1Tim. 5 : 17 – 25)

Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah harus cakap mengajar orang (1Tim. 3 : 2). Dalam hal ini penatua harus menguasai pekerjaannya dan mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga apa yang disampaikannya (dikotbahkan) dapat diterima jemaat sesuai dengan maksudnya.

Bisa saja masalah seperti di atas muncul akibat tidak sampainya pesan yang dimaksudkan oleh para hamba Tuhan (penatua) terhadap jemaatnya, akibat cara berkomunikasi yang buruk, sehingga iman jemaat tidak bertumbuh. Di sinilah diperlukan pengetahuan tentang manajemen perilaku dan situasi.

Manajemen situasi berarti bagaimana situasinya dapat kita sesuaikan dan manajemen perilaku dapat diartikan suatu perilaku yang dimulai dari kita lebih dulu.

Sebagai bapa atau ibu rohani, seorang penatua harus dapat menempatkan diri di antara jemaat yang digembalakannya. Dengan berbagai latar belakang dan pribadi yang berbeda-beda, seorang penatua harus mengenal betul jemaatnya sehingga dia dapat memilih cara yang paling baik untuk ‘melayaninya’ sehingga apa yang menjadi tujuannya, yaitu menyelamatkan sebanyak mungkin jiwa, dapat tercapai.

Sesi kedua pada pembekalan penatua dan calon penatua ini membahas topik “Firman Tuhan – Sebagai Motivator Sekaligus Sebagai Motivasi” yang disampaikan oleh Bpk. J. Ganda Sormin (Anggota Majelis Pusat GKPI dan Pembina Okuli Voice Ministry).

JG-Sormin-1

J. Ganda Sormin saat menyampaikan materi Pembekalan Penatua

Pembicara memulai sesi ini dengan menyampaikan alasan mengapa dirasa perlu untuk mendiskusikan topik ini dengan para penatua dan calon penatua di GKPI Tebing Tinggi Kota meskipun beliau yakin mereka sudah sering membaca firman Tuhan yang terdapat pada Alkitab.

Sebagai bapak/ibu rohani, penatua perlu mempunyai pengetahuan atau wawasan yang mendalam akan firman Tuhan, sehingga apabila ada jemaat yang datang bertanya kepadanya tentang firman Tuhan yang belum diketahui, maka sebagai bapak/ibu rohani dia mampu menjelaskannya dengan baik.

Sebagai motivator, Firman Tuhan adalah sebagai subyek (maksudnya orangnya). Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yoh. 1: 1)

Sedangkan sebagai motivasi artinya firman Tuhan menjadi sumber keyakinan (motivasi) bagi hamba-hamba-Nya untuk tetap memberitakan Dia, sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. (lih. Rom. 1 : 16) Sebab iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rom. 10 :17)

Firman Tuhan menjadi motivasi bagi kita untuk mengenal Dia lebih dalam lagi. Dengan lebih sering membaca firman-Nya, kita akan semakin mengerti apa kehendak Allah dalam hidup kita. Firman mengajarkan kita untuk mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan juga mengasihi sesama manusia. (Mat. 22 : 37 – 39)

Firman Tuhan juga dituliskan untuk menjadi pelajaran bagi kita supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci (Rom. 15 : 4). Bahkan, jika kita ingin mencari kebahagiaan maka Firman Tuhan adalah jawabnya (Luk. 11 : 28).

Pada kesempatan kali ini, Bpk. J. Ganda Sormin sharing banyak lagi Firman Tuhan yang bisa memotivasi para penatua untuk dapat melayani lebih sungguh lagi. Ketika ada diantara anggota jemaat yang datang meminta saran atau solusi atas permasalahan yang dihadapi, maka diharapkan penatua dapat menjawabnya dengan menggunakan firman Tuhan.

Kebaktian Minggu dan Penyegaran Iman

Pada esok harinya, Minggu tanggal 29 Juli 2012, Okuli Voice Ministry menjadi pelayan musik dan song leader pada ibadah Minggu. Pelayanan kotbah disampaikan oleh Pdt. Salomo Simanjuntak, STh (Ka. Biro IV pada Kantor Pusat GKPI).

Pdt-Salomo Simanjuntak

Pdt. Salomo Simanjuntak, STh pada Ibadah Minggu

Dalam kotbahnya, yang didasarkan pada 2 Raj. 4 : 42 – 44, pendeta mengajak jemaat untuk meneladani Elisa yang tidak mementingkan diri sendiri melainkan sangat peduli dengan orang lain.

Ketika Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk menikmati berkat-Nya, maka alangkah baiknya jika kita juga mau membagikannya kepada orang yang kekurangan. Di saat kita berbagi kasih dengan sesama, maka kasih Allah akan semakin nyata dalam kita.

Selesai acara kebaktian, dilanjutkan dengan Penyegaran Iman yang dipimpin oleh Bpk. J. Ganda Sormin. Jika pada hari sebelumnya diadakan Penyegaran Iman sekaligus pembekalan singkat terhadap penatua dan calon penatua, maka pada hari ini Penyegaran Iman diikuti oleh anggota jemaat yang mengikuti kebaktian Minggu berjumlah kurang lebih 200 orang.

Pada acara kali ini, topik yang dibahas adalah tentang “Seruan Yang Benar dan Mengerti Firman Tuhan Dengan Benar”. Bpk. J.G. Sormin mengambil contoh tentang kelakuan bangsa Israel yang mengecewakan Allah seperti tertulis pada Hos. 7 : 14, “Seruan mereka kepada-Ku tidak keluar dari hatinya, tetapi mereka meratap di pembaringan mereka. Mereka menoreh-noreh diri karena gandum dan anggur, dan mereka berontak terhadap Aku.”

JG-Sormin-Minggu

Kebaktian Penyegaran Iman bersama jemaat GKPI Tebing Tinggi Kota

Ketika semuanya berjalan lancar dan kita diberi rezeki oleh Tuhan, maka kita sering lupa berseru kepada-Nya karena sibuk menghitung-hitung harta kita (menoreh-noreh diri). Makanya, menurut beliau, ada baiknya kita sesekali masuk rumah sakit. Karena apabila orang masuk ke sana karena sakit, dia cenderung lebih berserah dan berseru secara sungguh-sungguh kepada Tuhan. Dia juga akan melupakan hartanya karena dia pikir dia akan mati. Seperti yang dialami sendiri oleh pembicara, dimana beliau pernah terbaring di rumah sakit selama beberapa minggu akibat sakit yang dideritannya. Di sana beliau berseru kepada Tuhan supaya Ia memberinya kekuatan untuk menanggung sakitnya. Tuhan menjawab seruannya, bahkan lebih lagi, Tuhan memberi kesembuhan kepada Bpk. J. G. Sormin. Puji Tuhan!

Tuhan Allah sangat menginginkan kita berseru kepada-Nya dan Ia akan menjawab kita, dan akan memberitahukan kepada kita hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami (Yer. 33 : 3). Inilah janji Allah yang boleh kita pegang asalkan kita berseru kepada-Nya dengan benar, yaitu seruan yang keluar dari hati.

Akan halnya mengerti firman Tuhan dengan benar, ini berhubungan dengan fakta bahwa meskipun kita membaca firman Tuhan ratusan kali, mungkin kita tidak mengerti maksudnya karena pikiran kita masih ditutupi oleh selubung. Bahkan, ada contoh ketika murid Yesus sendiri tidak mengenal Dia yang telah bangkit dari kematian, karena ada sesuatu yang menghalangi mata mereka. (lih. Luk. 24 : 13 – 17)

Siapakah yang dapat menyingkapkan selubung itu? Jawabnya hanya Yesus Kristus (2 Kor. 3 : 14-15). Apakah syaratnya supaya Yesus meyingkapkannya? Syaratnya adalah seperti yang tertulis pada 2 Kor. 3 : 16,”Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.

Seperti pada hari sebelumnya, Bpk. J. G. Sormin juga menabur banyak firman Tuhan yang mungkin bisa menjadi ayat-ayat emas bagi jemaat untuk menguatkan mereka dan juga lebih mengenal Yesus sebagai Juru Selamat pribadi.

Pdt-Simarmata-Napitu

Pdt. J. Tobing, Bpk. Simarmata dan Pnt. Napitupulu saat ramah-tamah

Selesai Penyegaran Iman, acara dilanjutkan dengan ramah-tamah antara jemaat dengan OV Ministry. Pada kesempatan ini jemaat, yang diwakili oleh Bpk. Simarmata dan Penatua Napitupulu, menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan betapa, dengan adanya acara seperti ini, pikiran mereka disegarkan kembali untuk lebih mengerti kehendak Allah melalui firman-Nya. Dalam kesempatan ini Bpk. Napitupulu juga mengungkapkan bahwa gereja GKPI Tebing Tinggi Kota, atas pertolongan Tuhan, dapat direnovasi tanpa mengadakan lelang tetapi dengan terbukanya hati jemaat untuk memberi sumbangan secara suka rela.

Pada kesempatan kali ini, Okuli Voice Ministry memberikan persembahan untuk dipakai pada pelayanan atau pembangunan gereja GKPI Tebing Tinggi Kota sebesar Rp. 5.000.000. OV Ministry juga berharap supaya para hamba Tuhan dan jemaat di gereja ini tetap bersemangat di dalam pelayanan dan semakin mengasihi antara satu dengan yang lain.

Speak Your Mind

*