Penyegaran Iman di GKPI Jemaat Babura Resort Medan Baru

Jemaat GKPI BaburaHari Kamis, tanggal 9 Mei 2013, Okuli  Voice Ministry mengadakan pelayanan Kebaktian Penyegaran Iman bersama jemaat Tuhan di GKPI Jemaat Babura Resort Medan Baru.

Ibadah Memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus

Pada Ibadah memperingati Kenaikan Tuhan Yesus, Okuli Voice Ministry bertindak sebagai pelayan musik dan song leader. Pelayanan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Salomo Simanjuntak, STh (Ka. Biro IV pada Kantor Pusat GKPI). Pada hari itu juga jemaat GKPI Se-Resort Medan Baru mengadakan Pesta Kebangunan Seksi Perempuan, yang dipusatkan di GKPI Babura.

Dalam kotbahnya, yang didasarkan pada Kisah Para Rasul  1:6-14, pendeta menyatakan bahwa peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga sangat penting karena itu merupakan bagian dari peristiwa sejarah keselamatan di dalam Yesus Kristus.

Yesus naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi murid-murid-Nya(orang-orang percaya), dan kita, sebagai orang percaya, akan menerima kuasa jika Roh Kudus turun atas kita.

Kebaktian Penyegaran Iman

Selesai Ibadah, pada pukul 13.00 WIB , acara dilanjutkan dengan Penyegaran Iman yang diikuti kurang lebih 70 orang anggota jemaat. Acara dimulai dengan menyanyikan beberapa lagu pujian dan kemudian diikuti dengan kesaksian yang disampaikan oleh Reinhard Nainggolan ( Amat Amigos ) .

Amat-OVReinhard Nainggolan, yang juga merupakan anggota Artis Batak Bermazmur (Jakarta), memberi kesaksian bagaimana ia ditangkap Tuhan Yesus, sehingga ia menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi. Pada kesempatan ini juga ia menyanyikan beberapa lagu pujian, yang membuat jemaat semakin bersuka cita.

Selanjutnya, penyegaran iman dipimpin oleh Bpk. J. Ganda Sormin (Anggota Majelis Pusat GKPI dan Pembina Okuli Voice Ministry) yang bertindak sebagai pelayan Firman dan membahas topik “Firman (Yoh.1 : 1; 14)”

Sormin-1Sebelum sampai kepada topik utama, Bpk. J. Ganda Sormin memberi pertanyaan kepada jemaat dimana, sebagai orang Kristen , apakah kita mengetahui keuntungan yang kita peroleh dari kematian dan kebangkitan Yesus?

Ada 3 keuntungan dari kematian dan kebangkitan Yesus, antara lain:

1. Kita telah dimerdekakan (Gal 5 : 1 )

Dengan kematian-Nya, Kristus telah memerdekakan kita dari segala dosa-dosa kita. Oleh karena itu , kita yang sudah dimerdekakan harus berdiri teguh dan tidak lagi menjadi bagian dari kuk perhambaan, dimana kita tidak lagi berada dalam penjajahan dosa.

2. Kita Diperbaharui ( Wahy. 21 : 5 )

Yesus menjadikan segala sesuatunya baru.Kebangkitan Yesus mengajarkan kita agar kita diperbaharui menjadi baru. Artinya diperbaharui menjadi manusia yang  baru , hati yang baru dan hidup yang baru karena hidup ini adalah kasih karunia Yoh 3 : 16. Melalui kasih karunia Yesus memberi hidup baru kepada kita yang percaya kepadaNya agar kita tidak binasa dan memiliki hidup yang kekal.

3. Kita Dikuduskan sekali untuk selama-lamanya ( Ibr 10:10 )

Sebelum kedatangan Yesus, kita memberikan persembahan yang khusus yaitu persembahan bakaran, persembahan yang menurut Hukum Taurat yang hanya terdapat bayangan saja ( Ibr 8 : 5-6 , Ibr 9 : 24 ) untuk menghapuskan dosa. Tetapi justru oleh korban-korban itu orang diperingatkan akan dosa. Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan dapat menghapuskan semua dosa manusia. Yesus lah yang mempersembahankan diri-Nya untuk menebus dosa kita dan Ia tidak berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya (Ibr. 10 : 25 ), tetapi  Ia  hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Oleh persembahan tubuh Yesus itulah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya.

Jemaat-BaburaPada kesempatan ini Bpk. J. Ganda Sormin menyatakan ia sungguh menyadari bahwa jemaat GKPI Babura yang hadir pada saat itu pasti sudah sering membaca firman Tuhan, yang terdapat pada Alkitab. Oleh karena itu Okuli Voice Ministry datang untuk menyegarkan kembali dan sharing berbagai hal sehingga jemaat semakin dikuatkan imannya melalui pemahaman yang lebih dalam akan Firman Tuhan.

Secara khusus bagi Seksi Perempuan Se-Resort Medan Baru yang merayakan Hari Kebangunan Perempuan, Bpk. J. G. Sormin menyatakan hal ini sangat perlu diperhatikan. Pada Refraat Perempuan GKPI, yang dibacakan pada saat Ibadah, dinyatakan bahwa perempuan harus bisa menyampaikan  Firman Tuhan kepada anak, suami serta orang-orang di sekelilingnya.

Apakah Firman itu?

Dalam Injil Yoh.1 : 1 disebutkan bahwa pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Dan, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yoh. 1 : 14). Oleh karena itu, ketika kita berbicara tentang Firman maka sesungguhnya kita berbicara tentang Allah sendiri yang hadir ditengah-tengah manusia melalui diri Yesus Kristus.

Firman sebagai motivator sekaligus motivasi

Sebagai motivator, Firman Tuhan adalah sebagai subyek (maksudnya orangnya). Seperti disebutkan di atas, pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Sedangkan sebagai motivasi artinya firman Tuhan menjadi sumber keyakinan (motivasi) bagi hamba-hamba-Nya untuk tetap memberitakan Dia, sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. (lih. Rom. 1 : 16) Sebab iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rom. 10 :17)

Firman sebagai alat mengajar

Roma 15 : 4  Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

Sebagai orang percaya kita sungguh yakin bahwa Firman Allah itu hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun, yang mampu memisahkan jiwa dan roh (Ibr. 4 : 12). Sehingga kita dapat menggunakan Firman Tuhan untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2Tim. 3 : 16).

Pengakuan-dosa2Firman sebagai alat berdoa

Dalam berdoa untuk menyatakan permohonan kita kepada Allah, kita lebih baik memakai Firman. Ada nats yang tertulis dalam kitab Yesaya 43 : 26 menyatakan bahwa Allah ingin kita mengingatkan Dia di saat kita mengemukakan segala sesuatu.

Firman sebagai janji

Firman menjamin kita untuk boleh memegang janji Tuhan karena Dia tidak akan pernah melanggar perjanjian-Nya (Maz. 89:35). Tuhan juga ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan (1 Taw. 16:15).

Dalam kitab Mazmur 12:7-8 juga disebutkan bahwa janji Tuhan adalah janji yang murni dan Ia akan menepatinya.

BPH-Babura

Save

Save

Speak Your Mind

*