GKPI Martoba, GKPI Perumnas Batu VI dan GKPI Laras II – Pembekalan Penatua dan KPI

Pada tanggal 4 sampai dengan 6 Mei 2012, atas undangan Pendeta Resort masing-masing, Okuli Voice Ministry mengadakan pelayanan di GKPI Martoba Pematangsiantar, GKPI Perumnas Batu VI dan GKPI Laras II, Simalungun.

Kebaktian Penyegaran Iman di GKPI Martoba

Hari Jumat, tanggal 4 Mei 2012, Okuli Voice Ministry mengadakan pelayanan Kebaktian Penyegaran Iman dan juga Pembekalan kepada Penatua di GKPI Martoba, Pematangsiantar.

Acara yang berlangsung dari sore hingga malam hari ini dihadiri oleh kurang lebih 50 orang anggota jemaat dan para penatua GKPI Martoba ini berlangsung dengan hikmat dalam suasana penuh kekeluargaan.

Setelah ibadah selesai, acara dilanjutkan dengan pembekalan ter-hadap penatua yang dilaksanakan dalam dua sesi.

Pada sesi pertama disajikan materi “Manajemen Perilaku dan Situasi” dengan nara sumber Pontas M. Pardede, Drs, MSc, MBA (Dosen Universitas HKBP Nomensen, Medan)

Dalam sesi ini Bpk. Pontas Pardede mengatakan bahwa gereja, termasuk GKPI, adalah suatu organisasi sehingga harus memiliki tujuan dan anggota yang bisa menghidupi diri sendiri.

Namun demikian, tidak seperti organisasi pada umumnya, gereja merupakan suatu organisasi yang unik. Tujuan dari gereja adalah menyelamatkan jiwa sebanyak mungkin.

Secara normal, anggota suatu organisasi mestinya harus bertambah banyak. Jika anggota sebuah organisasi berkurang, maka pasti ada yang salah dengan organisasi tersebut. Dalam hal ber-gereja, seharusnya semua kebutuhan rohani anggota jemaat dapat diperoleh dari gereja. Jika dalam hal mengatasi masalahnya, anggota jemaat lebih memilih berkonsultasi ter-hadap orang lain selain penatua dan pendeta, maka pasti ada yang salah.

Jika hal ini merupakan suatu masalah, maka harus segera diatasi. Dalam hal inilah nyata peran dari para penatua sebagai ujung tombak dalam pelayanan GKPI di seluruh dunia.

Pertama-tama, semua pelayan di GKPI harus meyakini bahwa GKPI lah gereja yang terbaik sehingga harus berusaha keras untuk menjaring jiwa sebanyak mungkin. Pekerjaan sebagai penatua adalah pekerjaan yang indah, tetapi sekaligus merupakan pekerjaan yang berat dengan syarat-syarat yang berat pula. (lih. 1Tim. 3 : 1 – 7 dan 1Tim. 5 : 17 – 25)

Dalam pelayanannya, seorang penatua sedikit banyaknya harus mengetahui cara berkomunikasi yang baik. Misalnya, dalam hal menyampaikan Firman Tuhan, seorang penatua harus dapat menjelaskannya dengan baik sehingga pesan yang disampaikannya dapat diterima dengan benar oleh jemaat yang dilayaninya.

Dalam hal ini ada baiknya kalau penatua membekali diri dengan membaca buku-buku yang menambah pengetahuan tentang cara berkomunikasi yang baik.

Sebagai pelayan, seorang penatua juga harus dapat menyesuaikan diri dengan situasi jemaat yang dilayani. Artinya, seorang penatua harus benar-benar mengenal domba-domba yang digembalakannya. Misalnya dalam hal menyatakan kebenaran Firman, penatua harus tahu bahwa seorang jemaatnya mungkin dapat menerima teguran secara langsung (to the point), tetapi jemaat yang lain mungkin harus ditegur dengan menggunakan perumpamaan.

Dalam hal ini, seorang penatua juga harus mengerti tentang manajemen perilaku dan situasi, yaitu pengelolaan perilaku dan situasi agar perilaku dan situasi itu sesuai dengan yang seharusnya, dan agar antara perilaku dan situasi itu benar-benar sesuai.

Supaya lebih mudah dipahami, manajemen situasi berarti bagaimana situasinya dapat kita sesuaikan dan manajemen perilaku dapat diartikan suatu perilaku yang dimulai dari kita lebih dulu.

Pada sesi kedua, yang tampil sebagai pembicara adalah Bpk. J. Ganda Sormin (Anggota Majelis Pusat GKPI dan Pembina Okuli Voice Mi-nistry), dengan materi “Kehadiran Mesias-mesias Palsu dan Nabi-nabi Palsu Pada Hari Terakhir”

Jika kita melihat kejadian-kejadian dan kejahatan yang terjadi akhir-akhir ini melalui media massa dan televisi, maka pembicara meyakini bahwa kita sudah berada di akhir zaman, tetapi baru pada permulaannya. Mungkin kejadian-kejadian ini merupakan cara Allah untuk menyatakan Firman-Nya? Sebab banyak cara Allah untuk menyatakan firman-Nya, tetapi orang tidak memperhatikannya. (lih. Ayb. 33 : 14 – 16).

Dan pada zaman akhir akan muncul Mesias-mesias dan nabi-nabi palsu yang akan menyesatkan umat Tuhan, termasuk orang-orang pilihan.

Pembicara menyadari bahwa mungkin ada diantara penatua-penatua di GKPI Martoba yang sudah melayani selama lebih dari sepuluh tahun, sehingga pengalamannya sudah pasti banyak.

Namun demikian, pembicara mau mengingatkan kembali bahwa bila kita dihadapkan dengan penyesat-penyesat di akhir zaman, apakah kita sudah benar-benar siap dan apakah yang menjadi senjata kita untuk menghadapi mereka? Hal ini sangat penting sebab nabi-nabi palsu ini akan berusaha menyesatkan orang-orang pilihan juga, termasuk penatua.

Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.”

Mat. 24 : 24

Untuk itu, para penatua harus semakin membekali diri dengan iman kepada Yesus dalam pelayanannya pada zaman akhir ini. Para penatua, sebagai bapak atau ibu rohani, harus bisa menyelamatkan jiwa-jiwa jemaat yang mereka gembalakan dan juga tentunya diri mereka sendiri harus kuat menghadapi penyesat-penyesat akhir zaman ini.

Dari manakah kita mengetahui bahwa seorang nabi itu nabi palsu?

Pertanyaan ini mungkin menjadi pertanyaan kita semua. Untuk bisa mengetahui hal ini, kita harus terlebih dahulu memiliki iman dan kita harus ingat Firman Tuhan yang tertulis dalam Mat. 7 : 20 yang mengatakan, “Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Dalam hal ini pembicara juga menghubungkannya dengan tidak adanya persatuan diantara umat Tuhan sendiri pada saat ini. Kita mengetahui bahwa ada gereja saat ini yang mengklaim dirinya sebagai ‘gereja hidup baru’. Jika ada ‘gereja hidup baru’ berarti ada ‘gereja hidup lama’. Dan jika sudah demikian, sulit rasanya untuk bisa menyatukan keduanya.

Melihat hal ini, pembicara baru menyadari mengapa Yesus dalam doa-Nya kepada Bapa meminta sampai empat kali supaya umat-Nya menjadi satu. (Yoh. 17 : 11,   Yoh. 17 : 21 – 23). Ini juga menjadi tantangan bagi para penatua untuk bisa memberikan pengertian yang benar kepada jemaat akan iman kepada Yesus Kristus.

Memberikan semangat (motivasi) kepada jemaat Tuhan

Salah satu penyebab mudahnya jemaat disesatkan oleh nabi-nabi palsu sehingga mereka menjauh dari persekutuan dengan Tuhan dan gerejanya adalah akibat hilangnya semangat hidup oleh karena persoalan yang dihadapi dalam hidup sehari-hari. Bahkan, mereka sering mengalami keputusasaan dalam menjalani hidup, yang bisa diakibatkan oleh berbagai hal, seperti kesulitan ekonomi dan penderitaan akibat sakit penyakit.

Hal ini merupakan satu tantangan bagi para penatua untuk bisa memberikan semangat kepada jemaat yang digembalakannya, sehingga pengharapan akan Tuhan Yesus tetap ada dalam diri jemaat. Ini me-rupakan tugas yang sangat berat sebab kita semua, termasuk penatua, juga punya masalah pribadi masing-masing. Tetapi seorang penatua harus bisa terlebih dahulu mengatasi permasalahannya dan harus tetap bersemangat dalam pelayanannya, baru kemudian bisa memberikan semangat kepada jemaat gembalaannya.

Lalu, bagaimanakah caranya untuk memberikan semangat kepada jemaat yang tidak memiliki semangat dalam hidupnya? Tidak ada cara yang lebih baik selain menggunakan Firman Tuhan. Banyak Firman Tuhan dalam Alkitab yang bisa kita baca untuk membangkitkan semangat dalam hidup ini, misalnya dalam Kitab Amsal (Ams. 15 : 13; Ams. 17 : 22; Ams. 18 : 14)

Kita juga harus mampu menguatkan jemaat dengan Firman Tuhan yang menyatakan bahwa pencobaan yang dialami seseorang bukanlah dari Allah sebab Ia tidak mencobai siapapun. Tetapi, tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. (Yak. 1 : 13 – 15). Dan yang lebih indah lagi bahwa Tuhan sesungguhnya merancangkan hari depan yang penuh harapan kepada kita umat-Nya. (Yer. 29 : 11)

Siapakah yang memberikan sema-ngat yang sesungguhnya kepada kita?

Apakah kita dapat memperoleh semangat dari suplemen-suplemen penambah semangat yang banyak dijual di pasar saat ini? Tentunya tidak. Kita harus tahu bahwa kita hanya memperoleh semangat yang sesungguhnya dari Allah.

“Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah se-mangat kepada yang tiada berdaya.” Yes. 40 : 29

Hal lain yang perlu kita perhatikan supaya kita tetap bersemangat dalam hidup, baik kehidupan jasmani maupun rohani ialah bahwa kita harus tetap memelihara damai sejahtera yang telah diberikan Tuhan Yesus kepada kita. ( Yoh. 14 : 27)

Damai sejahtera yang diberikan Yesus kepada kita tidak seperti yang diberikan oleh dunia ini, sehingga kita tidak perlu gelisah dan gentar ketika menghadapi persoalan atau pergumulan dalam hi-dup ini. Jika kita menginginkan sesuatu dalam hidup ini, misalnya supaya kita bisa mengatasi per-soalan kita, maka kita harus menyatakannya dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur kepada Allah. (Flp. 4 : 6)

Kita tidak boleh takut dan cemas, sebab apa yang kita takutkan dan cemaskan, itulah yang mendatangi kita (Ayb. 3 : 25). Supaya kita tidak kuatir dan gentar maka kita juga harus memiliki pikiran yang postif dan memikirkan hal-hal yang baik.

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Flp. 4 : 8

Pertanggungjawaban pada hari penghakiman

Sebagai hamba Tuhan, penatua memiliki kewajiban untuk memperingatkan jemaat, jika melihatnya melakukan sesuatu yang jahat di hadapan Tuhan.

Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! — dan engkau tidak mempe-ringatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesa-lahannya, tetapi Aku akan me-nuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.”

Yeh. 3 : 18

Dalam hal ini, sebagai pelayan Tuhan dan bapak atau ibu rohani bagi jemaat di sektor masing-masing, seorang penatua dituntut untuk bisa menjelaskan kebenaran Firman Tuhan sehingga jemaat yang digembalakannya dapat beroleh keselamatan oleh karena imannya kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juru Selamat. (Yoh. 14 : 6)

Tetapi, jika orang atau jemaat yang sudah diperingati tetap ber-buat jahat, maka kita sudah menyelamatkan nyawa kita. (Yeh. 3 : 19)

Pada akhirnya, kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang mem-peroleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dila-kukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat (2Kor. 5 : 10). Oleh karena itu, sebagai pelayan, kita harus tetap berusaha keras untuk menjaring jiwa sebanyak mungkin, untuk memperoleh keselamatan yang dari Bapa yang di sorga. Dengan demikian kita bisa yakin bahwa Yesus akan mengakui kita di depan Bapa yang disorga pada hari penghakiman.

“Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.” (Why. 3 : 5)

Kebaktian Penyegaran Iman di GKPI Resort Perumnas Batu VI

Hari Sabtu, tanggal 5 Mei 2012, Okuli Voice Ministry melayani pada Kebaktian Penyegaran Iman di GKPI Resort Perumnas Batu VI, Simalungun. Selesai acara ibadah, kemudian dilanjutkan dengan acara Pembekalan terhadap Penatua yang melayani di gereja tersebut.

Seperti pada hari sebelumnya, pembekalan kali ini diadakan dalam dua sesi dengan materi yang sama seperti pada pembekalan penatua di GKPI Martoba Pematangsiantar. Sesi I dengan materi “Manajemen Perilaku dan Situasi “ dibawakan oleh Pontas M. Pardede, Drs, MSc, MBA.

Sesi II  membahas tentang tantangan yang akan dihadapi para penatua pada hari terakhir yaitu munculnya Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu, yang diba-wakan oleh oleh J. Ganda Sormin.

Acara yang dilaksanakan dari pagi sampai sore hari ini berlangsung dengan penuh hikmat dan dihadiri oleh kurang lebih 70 orang anggota jemaat dan penatua di GKPI Resort Perumnas Batu VI, yang dengan tekun mengikuti sampai acara selesai.

Kebaktian Minggu di GKPI Laras II

Pada tanggal 6 Mei 2012, Okuli Voice Ministry melayani pada Ibadah Minggu di GKPI Laras II, Simalungun. Pada kebaktian kali ini OV Ministry menjadi pelayan musik dan song leader. Pelayanan Firman Tuhan disampaikan oleh Bpk. J. Ganda Sormin. Dalam pelayanan kali ini OV Ministry didampingi oleh Koor Tabitha dari GKPI Siantar Kota.

Sebagai nats kotbah diambil dari Yakobus pasal 2 ayat 8 sampai dengan 17 yang berbicara tentang kasih kepada sesama manusia tan-pa memandang muka.

Dalam hal ini kasih yang dimaksud adalah kasih yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, yaitu kasih yang tidak meremehkan orang yang miskin dan hina. (Mat. 22 : 37 – 40)

Jika kita berbicara tentang kasih, maka erat hubungannya dengan Yesus, dan sebaliknya. Akan hal pengajaran-Nya di dunia ini, kita mengetahui bahwa Tuhan Yesus sangat konsekuen dengan ajaran kasih ini.

Padahal, pada  penghakiman terakhir, Tuhan Yesus akan memper-itungkan apa yang sudah kita lakukan kepada saudara kita yang miskin dan hina. (Mat. 25 : 31 – 46)

Memang orang sering mengalami kesulitan saat hendak mengamalkan ajaran kasih ini, akibat pencobaan-pencobaan yang dialami. Hal ini juga dialami oleh Bpk. J.G. Sormin dalam kesehariannya, dimana apa yang didoakannya, justru hal itu yang datang padanya. Misalnya, jika pada suatu hari beliau mempelajari Alkitab yang berhubungan dengan iman, maka masalah semakin banyak yang menuntut beliau untuk bisa mempertahankan imannya. Ketika beliau mempelajari dan mengajarkan tentang kasih, justru muncul tantangan yang menuntut beliau untuk lebih mengasihi.

Mungkin kita juga mengalami hal yang sama ketika hendak mengamalkan kasih. Bagaimana mungkin kita bisa mengasihi musuh kita? Mengasihi orang yang telah melukai kita? Orang yang telah menghancurkan kita? Tetapi, itulah kasih yang diajarkan oleh Tuhan kita, Yesus Kristus.

Jika kita mengasihi seseorang dengan memandang muka, maka itu bukanlah kasih yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Meskipun banyak pergumulan ketika hendak mengamalkan kasih, kita harus berusaha menang dan setia sampai akhir sebab jika kita setia sampai mati, maka Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada kita mahkota kehidupan. (Why. 2 : 10)

Selesai Ibadah Minggu, acara dilanjutkan dengan Penyegaran Iman bersama para Penatua yang melayani di GKPI Laras II. Sebagai pembicara adalah Bpk. J. G. Sormin dengan topik yang juga berhubungan dengan akhir zaman.

Seperti pada acara pembekalan penatua sebelumnya, pembicara menekankan perlunya kesiapan dari para hamba Tuhan, khususnya para Penatua di GKPI Laras II, untuk menghadapi kemunculan nabi-nabi palsu pada hari terakhir. (Mat. 24 : 24)

Dengan apakah kita bisa menghadapi mereka? Tentunya dengan iman kepada Kristus. Begitu juga dalam pelayanannya, para penatua harus bisa memberi motivasi kepada jemaat yang digembalakannya untuk tetap memiliki iman terhadap Yesus. Sebab, iman jemaat timbul dari pendengaran, dan pen-dengaran oleh firman Kristus yang disampaikan oleh para hamba Tuhan, termasuk penatua. (Rom. 10 : 17)

Untuk bisa melakukan tugas berat ini, para penatua harus meminta hikmat kepada Allah. (Yak. 1 : 5) Dengan hikmat yang dari Allah maka para penatua niscaya akan mampu memimpin jemaat yang digembalakannya sehingga tetap memiliki iman kepada Yesus dan pada akhirnya akan memperoleh keselamatan.

Selesai acara Penyegaran Iman, dilanjutkan dengan acara singkat berupa ramah-tamah antara jemaat dengan OV Ministry. Pada kesempatan ini jemaat, yang diwakili oleh Guru Jemaat GKPI Laras II, menyampaikan kondisi gereja dan jemaat Tuhan di gereja ini. Pada saat ini sedang berlangsung pembangunan gereja dan masih dalam tahap pembangunan. Mayoritas jemaat gereja adalah petani sehingga sangat sulit untuk mengumpulkan dana untuk pembangunan dalam waktu singkat. Kemudian salah seorang jemaat yang dituakan juga menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan atas kunjungan OV Ministry ke gereja mereka sebab mereka merasa imannya semakin bertumbuh.

Pada kesempatan ini, Okuli Voice Ministry memberikan persembahan untuk pelayanan atau pembangunan gereja GKPI Laras II sebesar Rp. 5.000.000, yang diterima langsung oleh Guru Jemaat GKPI Laras II. OV Ministry juga berharap supaya para hamba Tuhan di gereja ini tetap bersemangat dalam melayani Tuhan bagaimanapun situasinya.Save

Save

Leave a Reply