Iblis Adalah Satu-Satunya Oknum Yang Merasa Keberatan Atas Kematian Tuhan Yesus

oleh: James Ganda Sormin

Tentang hal kematian-Nya, Yesus tidak pernah menutup-nutupi, bahkan Ia berterus terang bahwa akan tiba saatnya Ia akan mati. Namun, ada oknum yang tidak senang bahkan sangat keberatan dengan kematian-Nya yaitu Iblis.

Mengapa bisa demikian? Kita bisa melihat apa yang dilakukan Iblis melalui Petrus pada saat Yesus memberitahukan kepada orang banyak tentang penderitaan-Nya.

Mrk. 8 : 31-32

“Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.”

Disini Iblis memakai Petrus untuk menyatakan keberatannya atas keterus-terangan Yesus akan kematian-Nya. Mengapa Petrus? Mungkin karena Petrus adalah salah seorang murid yang special.

Memang, Iblis selalu memakai sesuatu yang spesial dalam mencapai tujuannya. Dalam kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa, Iblis juga memakai makhluk yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah, yaitu ular, untuk menggoda manusia. Hasilnya, manusia itu pun jatuh ke dalam dosa.

Dengan usahanya ini kita tahu bahwa Iblis sering berhasil dalam usahanya dan hasil karyanya dapat kita lihat pada kitab Roma 3:23, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.

Namun apakah Iblis berhasil menghentikan Yesus untuk tidak berterus terang tentang hal kematian-Nya? Selanjutnya kita tahu apa yang dilakukan Yesus pada Petrus dimana Ia menegor murid-Nya itu dengan keras, kata-Nya,”Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Mrk. 8 : 33). Yesus tahu apa maksud Iblis melalui Petrus dan Ia tidak akan dapat dikalahkan oleh Iblis.

Mengapa Iblis begitu takut akan kematian Yesus?

Iblis tahu bahwa Yesus datang ke dunia ini dengan tujuan untuk menyelamatkan manusia ciptaan Allah yang telah jatuh ke dalam dosa akibat godaan Iblis. Dan Iblis tahu bahwa satu-satunya jalan untuk mendamaikan manusia dengan Allah adalah dengan mengalahkan dunia (Iblis) melalui kematian Yesus di kayu salib, dimana Yesus dimuliakan.

Yoh. 16 : 33,”Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.

Kol. 2:14-15:

Dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:

Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Arti kebangkitan Tuhan Yesus

Iblis juga sangat takut akan kebangkitan Yesus pada hari yang ketiga seperti yang diberitahukan Yesus kepada murid-murid-Nya. Jika Yesus bangkit, semakin nyatalah kekalahan Iblis sebab Yesus akan menjadi Pembela bagi manusia.

Rom. 8:34:

Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Juga melalui kebangkitan Yesus, manusia menjadi pemenang, seperti yang tertulis dalam kitab Rom. 8:37, “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Selanjutnya, melalui kebangkitan Yesus, manusia akan sungguh-sungguh menjadi manusia yang merdeka dari perbudakan si Iblis.

Gal. 5:1,

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, manusia telah benar-benar disembuhkan dari penyakit parah yang disebut dosa.

Yes 53:5,

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

1Ptr 2:24,

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”

Juga melalui kematian dan kebangkitan Yesus, manusia telah dikuduskan sekali untuk selama-lamanya.

Ibr. 10:10,

Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Hal inilah yang sangat tidak disukai oleh si Iblis sehingga dia sangat keberatan atas kematian Tuhan Yesus, sebab dia tahu bahwa dia akan dikalahkan melalui kematian Yesus di kayu salib dan kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga.

Melalui kematian dan kebangkitan Yesus, kita manusia kembali berdamai dengan Allah sehingga kita layak memperoleh keselamatan kita kembali, yang telah dicuri oleh si Iblis.

Oleh karena itu, kita sebagai umat Tuhan harus senantiasa bersyukur akan kebaikan Allah yang telah mengorbankan Anak Tunggal-Nya supaya kita yang percaya kepada-Nya beroleh selamat.

Kita juga tidak boleh lagi gelisah dan gentar hati sebab Yesus berpesan:

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu”. (Yoh. 14:27)

Save

Leave a Reply