Ibadah Paskah 2015 Bersama Gereja-Gereja Anggota UEM Sumatera Utara

Ibadah Perayaan Paskah gereja-gereja anggota UEM di Sumut, Senin 6 April 2015, bertempat di GKPI Center, Jalan H. Ulakma Sinaga, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, mengambil tema ”Berbagi kabar baik dalam aksi bagi anak yang berkekurangan”.

Ibadah ini diikuti sekitar dua ribuan jemaat dari gereja-gereja anggota UEM beserta para pimpinan gereja-gereja antara lain Bishop GKPI Pdt Patut Sipahutar MTh, Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata MA, Ephorus GKPS Pdt Jaharianson Saragih STh MSc PhD, Praeses HKI Pdt Janter Simanjuntak  MTH MM, dan Ketua Departemen UEM  Asia Sonia Parera-Hummel didampingi Matius Barus.

ft2

Jemaat Gereja Anggota UEM

 

Sebagai pelayan Firman pada ibadah ini ialah Rev Dr Uwe  Hummel  (Pdt dari Evanglical Lutheran Church, Jerman). Dalam kotbahnya yang didasarkan pada kitab Mazmur 133, Rev Dr Uwe  Hummel menyatakan pentingnya kerukunan dan solidaritas ditingkatkan terutama pada hari-hari terakhir ini.

ft4

Rev. Dr. Uwe Hummel

 

Bila dihubungkan dengan tema Perayaan Paskah di atas, beliau mengatakan bahwa anak-anak di dunia saat ini berada dalam suatu krisis. Anak-anak masih menjadi korban  kekerasan baik di sekolah, di rumah, dipaksa  menjadi budak di kapal, di pabrik, korban pelecehan seksual  dan lainnya.Kondisi itu sudah sering diangkat berbagai media cetak dan elektronik.

Untuk itu,  diharapkan untuk bisa membina kerukunan baik antara orangtua dan anak-anak. Serta diajak untuk senantiasa mengajarkan tentang firman Tuhan, belajar tentang damai sejahtera dan syaloom, sehingga bisa membawa mereka untuk lebih baik lagi.

Ada  beberapa  hal yang bisa dijadikan pegangan setelah kita melakukan aksi kepedulian seperti tumbuhnya kerukunan , solidaritas, kesetiakawanan , persekutuan. Persekutuan itu sangat membahagiakan, katanya.

Selesai ibadah dilakukan pengumpulan dana bagi  anak-anak yang berkekurangan yang dikoordinir oleh Sonia Parera-Hummel (Ketua Departemen UEM). Semua jemaat yang hadir sangat antusias untuk memberikan sumbangan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

ft3

Jemaat Memberikan Sumbangan Bagi Anak Yang Kekurangan

Acara juga diisi dengan persembahan lagu-lagu pujian dari anak-anak Yayasan Yapentra GKPI, Panti Asuhan Elim HKBP, PA Mamre GKPI, Inggou Victory Voice GKPS dan  Okuli Voice Ministry.

ft1

Okuli Voice Ministry bersama Sonia Parera-Hummel (Ketua Departemen UEM Asia)

ft5

Inggou Victory Voice GKPS

 

Save

Kepada Saya – Melalui Saya

Ketika kita berdoa, pada umumnya kita selalu meminta segala hal yang berhubungan dengan kita. Ya Tuhan berkatilah saya, berikanlah kesehatan kepada keluarga saya, berikan lah rejeki kepada saya, berikanlah kesuksesan kepada saya dan masih banyak lagi permintaan lainnya.

Tetapi untuk apa semuanya itu? Seandainya Tuhan mengabulkan semua permintaan kita tadi, lalu apa yang akan kita lakukan?

Apakah kita mau menerima berkat saja (kepada saya), tetapi tidak mau membagikannya kepada orang lain (melalui saya)?

Kita tidak bisa hanya menjadi penerima berkat, namun kita juga harus menjadi saluran berkat (melalui saya). Ketika kita menerima berkat dari Tuhan, maka sepantasnya lah kita menyatakan kemuliaan Allah dengan menyalurkan berkat yang kita terima kepada orang yang sangat membutuhkan. Itulah yang dikehendaki Allah dari kita.

Sistem Akustik Yang Baik Untuk Gereja – Pentingkah?

Setelah melayani di ‘lumayan’ banyak gereja dari berbagai denominasi di Sumatera Utara, Okuli Voice Ministry menemukan bahwa pada umumnya perancangan sistem akustik yang baik belum menjadi perhatian atau prioritas bagi pendiri atau pengurus gereja.

Secara umum ruang ibadah di gereja dibangun seperti mendirikan bangunan biasa yang kurang memperhatikan aspek akustik, sehingga suara nyanyian dan kotbah bisa ber-gaung yang mengakibatkan sulit dimengerti apa sesungguhnya yang dinyanyikan atau dikotbahkan.

Kita tentu sepaham bahwa pada acara ibadah di gereja, ruang kebaktian adalah area khusus tempat pendeta, pemusik, paduan suara, dan jemaat untuk berkomunikasi, baik secara verbal, musikal dan emosional.

Pendeta mengkomunikasikan kotbahnya kepada jemaat, Worship leader berkomunikasi dengan para pemain musik dan mengajak jemaat bernyanyi dalam lagu-lagu pujian. Pemain musik mengkomunikasikan nada-nada suara dari instrument musik untuk secara simultan menambah pengalaman beribadah secara emosional, dan lain-lain.

Apabila akustik ruangan ibadah tidak baik, tentu ini akan sangat berpengaruh terhadap kualitas ibadah itu sendiri.

Jika kita bandingkan dengan Firman yang tertulis pada Roma 10 : 17 yang menyatakan bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran akan Firman Kristus, bagaimana jemaat akan bisa mendengar firman Tuhan dengan baik jika suara yang sampai di telinga mereka tidak jelas?

Memang biaya yang dibutuhkan untuk perancangan sistem akustik yang baik mungkin tidak murah, tetapi alasan sesungguhnya bukan itu. Pada kenyataannya masih banyak gereja yang lebih memprioritaskan tampilan semata. Misalnya, banyak gereja yang dinding ruangan ibadahnya dibuat dari keramik, sementara bahan ini cenderung memantulkan suara dan membuat bergaung.

Untuk itulah, kiranya para pendiri, pengurus atau pelayan di gereja-gereja dapat lebih memprioritaskan hal ini sehingga kualitas dari ibadah juga semakin meningkat dan pada akhirnya Firman Tuhan yang disampaikan melalui kotbah dan nyanyian dapat sampai ke jemaat dengan jelas.

 

 

 

Ibadah Raya GBI NCC Pantai Timur Pematangsiantar bersama Okuli Voice Ministry

gbi_ncc_pantai-timur

Minggu, 22 Februari 2015, Okuli Voice Ministry mengikuti Ibadah Raya bersama jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) New Creation Community ( N.C.C) Pantai Timur, yang berada di Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Pematangsiantar dan digembalakan oleh Pdt. Riando Napitupulu.

Sebagai pelayan Firman pada ibadah ini ialah Bpk. J. Ganda Sormin (Pembina Okuli Voice Minstry), dan firman Tuhan yang menguatkan diambil dari Why. 13:9 “Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Bpk. J.G. Sormin mengingatkan jemaat bahwa ayat ini sangat relevan dengan hari-hari terakhir ini bagi kita umat yang mengaku orang Kristen. Mengapa? Sebab kemajuan teknologi saat ini cenderung membuat orang hidup egoistis dan tidak mau lagi menggunakan telinganya untuk mendengar hal lain (Firman Tuhan) tetapi lebih ‘asyik’ dengan gadgetnya, misalnya mengutak-atik facebook.

Untuk itulah peran gereja dan jemaat Tuhan sangat diperlukan sehingga umat Tuhan tidak ada yang hilang satupun dan akan memperoleh hidup kekal karena itulah inti sesunggungnya ‘Untuk Apa’ Yesus datang ke dunia.

Pada ibadah di GBI NCC Pantai Timur Pematangsiantar ini Okuli Voice Ministry mempersembahkan dua lagu pujian dengan harapan jemaat ikut bersuka cita dan menambah pengharapan akan hidup yang kekal.

Save

Karunia Sejati

Bila kau memandang jauh
Ke masa yang telah kau lalui
Terlukis segala peristiwa
Yang kau alami dalam hidupmu
Suka dan duka terbayang silih berganti
Terukir nyata ke alam cinta nan sepi
Syukur padaNya yang memberi anugerah
Warna-warni hidup semasa
Kuasa pengasihan abadi
Nikmatilah hidup ini,
Karunia Allah sejati
Suka duka semua berarti
Puji syukur pada Tuhan,
Yang memberi kehidupan
Dan berkuasa atas s’galanya
Sujud padaNya didalam duka didalam suka
Semua diberi kepadamu
Takkan kekurangan hidupmu

Ibadah Syukuran Tahun Baru 2015 dan Launching Tahun Musik Gerejawi GKPI

1Sabtu, 10 Januari 2015, Ibadah Syukur Tahun Baru 2015 GKPI dan Launching Tahun Musik Gerejawi GKPI 2015 diadakan di rumah dinas Bishop GKPI Jalan Kapten MH Sitorus , Pematangsiantar.

Ketua Panitia Ibadah Syukur Tahun Baru GKPI 2015 Pdt Humala Lumbantobing mengharapkan ibadah syukur ini merupakan wadah persekutuan para pelayan GKPI dan untuk semakin mempererat hubungan dengan warga jemaat, pemerintah kota dan kabupaten dan lainnya. Serta mengharapkan untuk diberikan kekuatan agar bisa semakin meningkatkan pelayanan untuk memuliakan Tuhan. ov

Dalam ibadah ini Okuli Voice menjadi pemimpin pujian (song leader) dan yang menjadi Pelayan Firman ialah Bishop GKPI, Pdt Patut Sipahutar MTh.

2Dalam khotbahnya, Pdt Patut Sipahutar MTh menjelaskan bahwa manusia sekarang bisa dikategorikan hidup pada tiga masa.

Ada yang hidupnya pada masa lalu (dikuasai oleh ‘perut’), pada masa depan (dikuasai oleh ‘otak’) da nada yang hidup pada masa sekarang (mengandalkan hati).

Yang terbaik ialah yang hidup pada masa sekarang karena kita harus menyadari bahwa waktu itu sama seperti sungai yang mengalir, yang tidak pernah kembali lagi.

Untuk itulah kita diharapkan memanfaatkan kesempatan yang ada dan harus meresponnya dengan baik. Kita bersyukur karena bisa melewati tahun 2014 dan sekarang sudah masuk di tahun 2015. Waktu bukan pada catatan perjalanan (kronos) saja, namun harus melakukan apa yang harus kita lakukan dan memanfaatkan peluang (kairos).

Selain itu, di tengah-tengah zaman modern ini, manusia terbiasa dengan ungkapan “waktu adalah uang”, yang berarti sumber kehidupan masyarakat yang bersifat ekonomis. Nilai segala sebutan tersebut bertumpu pada uang, terutama pada zaman teknologi dan perdagangan yang global. Dalam dunia yang mengandalkan pasar bebas maupun virtual.

Kehidupan saat ini cenderung dinilai dengan uang.Cenderung menilai segala sesuatu dengan uang, komodisasi kehidupan. Namun dalam Matius 6:25 disebutkan, “Aku berkata kepadamu: “janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang akan kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pakaian?”.

Kita juga diharapkan untuk memahami hidup kita agar berarti dan bermakna sehingga bisa menjadi persembahan , serta hidup dengan hati agar bisa melihat orang-orang di sekitar kita.

3Selesai ibadah, dilanjutkan dengan pemukulan gong pertanda Launching Tahun Musik Gerejawi GKPI 2015 oleh Bishop GKPI Pdt Patut Sipahutar didampingi Sekjen GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh dan Ketua Panitia Ibadah Syukur Tahun Baru 2015, Pdt Humala Lumbantobing.

Hadir pada acara ini Ketua Urusan UMGKN-GKPI , Prof Mauly Purba PhD. Beliau mengungkapkan bahwa musik adalah sesuatu yang memainkan peran penting dalam kehidupan . Pengetahuan tersebut diperoleh baik langsung maupun tidak langsung . Musik diharapkan jadi media komunikasi, namun semuanya terletak pada fungsi dan tujuannya. Penyampaian musik hendaknya disertai kekuatan roh kudus.

Diharapkan dukungan dari pemimpin jemaat yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai sehingga program program pelayanan musik di gereja semakin berkualitas dan berkembang. Juga diharapkan peningkatan kualitas para pelayan.

4

Ibadah syukuran tahun baru ini juga dihadiri Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM, Bupati Samosir Mangindar Simbolon, Wakil Bupati Humbahas Marganti Manullang, Wali Kota Pematangsiantar diwakili Asisten I Leonardo Simanjuntak, Ketua PN Pematangsiantar Viktor Pakpahan SH MH, Sekjen GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh, Ketua Umum Yubileum 50 Tahun GKPI Ir GM Chandra Panggabean, Ketua Panitia Pelaksana Yubileum 50 Tahun GKPI Drs Kondarius Ambarita, Bendahara Pdt Salomo Simanjuntak, Ketua Panitia Pembangunan Monumen 50 GKPI Center Pnt Ir MRH Siahaan, Pdt Edwin Sianipar, para pendeta, warga jemaat GKPI dari beberapa daerah dan undangan lainnya .

Save